KU CINTAI KAU DENGAN KEBISUANKU

Dulu….
aku tersudut dalam diam tak bertepi,
meski diujung bibir pantai harapan sana
kau tergelak berselancar diatas gelombang rasa

Tak jarang kau kirimkan gulungan ombak
selaba disela kisi kisi jendela,
membiarkanku basah tenggelam dan nyaris terbenam dalam amukan badai

Saat dimana jarum jarum waktu menggodaku
dengan irisan sepenggal bulan yang gugur dipenanggalan

Berpeluh resah jemari membilang masa,
pelik ini sungguh mempermainkan rasa
sampai kesabaranku terulur menjuntai diujung gamang…

Menanti ranumnya sebuah harap
yang akan dipetik dari janjimu
yang erat mengakar dikeyakinan

Tak jemu kau menutur kasih
agar selalu bersemi merona setangkup hati,
kesetiaan pun semakin kokoh mendewasa
tegak menjulang genggam

Aku terdampar dibalutan pasir
yang berhiaskan renda buih buih angan
yang dirajut pucat cahaya
saat langit mengayuh purnama penuh

Mengalunkan nada rindu yang tak jarang senandungnya memilukan kalbu memacu detak derap yang tak beraturan….

Dalam diam,
kesunyian mencumbu kebekuan asmara,
setubuhi cinta yang pasrah telentang tanpa busana…
memeras keringat mimpi menggarami pasangnya laut airmata

Pada samudra keteduhan bening bola mata kucoba mencari bayang wajahmu

Dimana letak hatimu?…
yang seakan merapuh, ketika sebuah tirai peraduan malam berkelambu kelam mengusir pagut lelahku dibenakmu?

Tak dapat aku mengerti,
tiba-tiba kau menghampiri
saat aku berlari mengarak langkah berlalu
hingga nafas angin tersengal menjajari arah kaki

Mematah tempurung menghunjam lutut menadah,
sementara tangan kirimu menyusun mahkota yang tak bertahta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s